RSS

Category Archives: Computer

Tips Seputar Menulis Laporan Penelitian atau Tugas Akhir

Tugas akhir menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi mahasiswa yang ingin melengkapi langkahnya menuju Sarjana. Berikut ada beberapa tips sederhana seputar menulis laporan penelitian yang setidaknya bisa membantu teman-teman dalam menyelesaikan tugas akhir. Dan untuk menghindari banyak revisi dalam hal tulisan.

Pahami dahulu setiap bagian dari tugas akhir, misal pada BAB I Pendahuluan yang umumnya berisi :

  • latarbelakang masalah,
  • rumusan masalah,
  • batasan masalah,
  • keaslian penelitian,
  • tujuan penelitian,
  • manfaat penelitian,
  • sistematika penulisan.

Biasanya mahasiswa sering kali menuliskan latarbelakang yang tidak berhubungan dengan topik Tugas Akhir yang ia akan jalankan. Latarbelakang haruslah menjadi bagian pengantar yang mendasari mengapa Tugas Akhir tersebut harus dilakukan.

Kemudian pada bagian rumusan masalah semestinya harus mengungkapkan sesuatu yang penting yang menuntun pada penyelesaian masalah. Bagian ini kadang-kadang berupa suatu pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian. Bentuk kalimat Rumusan masalah adalah kalimat deklaratif (problem statement), bukan kalimat tanya (research question). Sedangkan pertanyaan harus ditempatkan di bagian pertanyaan Tugas Akhir.

Untuk bagian batasan masalah, harus diperhatikan dengan cermat oleh si mahasiswa, karena bagian ini membantu mahasiswa agar penelitian atau Tugas Akhir yang ia lakukan, lebih mudah dalam penarikan kesimpulan serta menjaga agar mencerminkan permasalahan yang dihadapi. (Dengan kata lain, agar permasalahan dan cakupan masalah yang dihadapi di dalam Tugas Akhir tidak melebar atau keluar jalur)

Untuk bagian tujuan dan manfaat, mahasiswa sering kali terbalik mengungkapkan tujuan dan manfaat. Tujuan tidak sama dengan manfaat. Tujuan itu mengungkapkan target apa yang hendak dicapai oleh mahasiswa dalam penelitian atau Tugas Akhirnya tersebut. Tujuan penelitian juga tidak bersifat pribadi, jadi harus dihindari tujuan dari sisi mahasiswa, tetapi tujuan mengapa penelitian itu harus dilakukan.
Sedangkan manfaat, menekankan pada manfaat apa yang didapat diperoleh dari hasil penelitian tersebut (lebih kepada perkiraan apabila tujuan penelitian tercapai), dan lagi-lagi tidak secara pribadi, namun umum, misal manfaat untuk user yang menggunakan software yang sudah dikembangkan, dan sebagainya.

Dan terakhir, sistematika tulisan ini mengungkapan setiap urutan bab yang terdapat dalam Tugas Akhir yang disertakan penjelasan singkat dari masing-masing bab tersebut.

Ada hal lain juga yang harus diperhatikan mahasiswa Tugas Akhir, yaitu :

  • penggunaan kata-kata dalam bahasa indonesia yang baku, penulisan kalimat sesuai standar kalimat : SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan), dan apabila terdapat istilah asing, harus dicetak miring (italic);
  • hindari penggunaan kata yang tidak perlu, atau bila perlu hapus saja agar menjadi kalimat yang sederhana. Biasanya sering dijumpai, mahasiswa menuliskan kalimatnya memiliki kata yang berulang seperti kata : agar, supaya, namun, tetapi, dll. Yang tidak pas apabila dibaca;
  • pahami perbedaan imbuhan di- dan kata depan di. Sering kali dijumpai mahasiswa tidak mengerti apakah di yang dipakai adalah imbuhan atau kata depan yang menerangkan tempat. kata “diatas” adalah keliru, karena kata tersebut menunjukan arah/tempat, berarti bukan memakai imbuhan di-, tetapi kata depan di. Sehingga, kalimat yang benar adalah “di atas”. Kata “di mulai” juga keliru, yang benar adalah dimulai, karena mulai bukan menunjukan tempat, melainkan kata kerja. Dan masih banyak contoh lain, jadi harap diperhatikan ya 🙂
  • hal lain adalah menuliskan kata yang kurang pas. Seperti : “data-data yang dipakai”, padahal data adalah kata jamak.  Jadi yang benar adalah : “data yang dipakai”
  • apabila ada dua kata : tanggung jawab bertemu awalan dan akhiran, misal : di- dan -kan. Yang benar adalah dua kalimat tersebut melebur menjadi : dipertanggungjawabkan, bukan dipertanggung jawabkan. Dan masih banyak contoh lain 😀
  • apabila ada dua kata dalam kata bahasa asing yang ternyata terdiri dari satu kata atau sebaliknya, misal : database. Yang benar adalah : basisdata, bukan basis data. Ada pula contoh lain, remote : yang benar adalah : jarak-jauh, bukan jarak jauh.
  • Biasakan ketika sudah menyusun satu bab dalam laporan Tugas Akhir, dicetak, kemudian jangan langsung dibaca. 😀 Coba jalan-jalan santai sejenak, refreshing atau melakukan aktivitas lain, kemudian ketika pikiran santai. Coba baca kembali bab laporan Tugas Akhir yang sudah kamu cetak, biasanya akan menjadikan si mahasiswa menyadari bahwa kalimat atau paragraf yang ia susun itu keliru, nah dari situ, tandai setiap kekeliruan dalam penulisan, lalu lakukan corat-coret untuk me-revisi laporan Tugas Akhirmu. Jika sudah, coba dibaca lagi, apakah sudah pas susunan kata dan kalimatnya di dalam paragraf, apakah satu paragraf dengan paragraf yang lain berhubungan atau tidak. Dan baru deh, menghadap dosenmu dengan yakin dan percaya diri. 🙂

Semoga tips-tips ini dapat membantu.

Sumber dari semua ini adalah dari perkuliahan Metodologi Penelitian oleh Pak Abdul Kadir dan Pak Insap Santosa, dosen-dosen JTETI UGM. Tidak sepenuhnya ditulis, namun disampaikan seadanya. Apabila ada kekeliruan di dalam penulisan artikel ini, itu murni kekeliruan penulis. Penulis mencoba menyampaikan dengan bahasa yang santai agar mudah dibaca, insyaAllah. 🙂

Terima kasih.

 
3 Comments

Posted by on June 16, 2012 in Computer, Workit

 

Tags: , , , , , , , , ,

NFC dan “internet of things”

Near-field communications (NFC) telah mendapatkan banyak perhatian akhir-akhir ini. Banyak masyarakat telah memfokuskan perhatiannya ke NFC sebagai alternatif kartu kredit, namun sebenarnya NFC ini memiliki kemampuan lebih dari itu.

Di kehidupan nyata, teknologi komunikasi wireless jarak pendek ini memungkinkan kita untuk berganti cara berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Sebagai contoh : Google Wallet dan kemampuan NFC di Android telah difokuskan untuk fasilitas pembayaran.

Sebagai contoh, NFC dapat meningkat, lebih maju, dan berevolusi memasukkin layanan-layanan dan permainan-permainan (games). NFC juga dapat dengan mudah melakukan komunikasi antar device. Aplikasi yang menggunakan NFC untuk berkomunikasi antara pengguna smartphone  dapat melakukan ini dengan lebih mudah, lebih handal daripada Bluetooth atau pembaca barcode. Sebagai contoh : Hasable untuk sharing kontak dan DoubleTwist untuk sharing-MP3. Namun contoh-contoh tersebut hanya menyentuh permukaan kemampuan NFC.

Aplikasi yang handal dari teknologi NFC adalah Tag NFC. Didorong oleh keinginan penjualan konsumen, NFC memiliki kemampuan pembayaran lebih cepat dan lebih bebas kesalahan daripada barcode. Hal ini dapat dilakukan di penjual eceran yang memungkinkan konsumen untuk memeriksa harga, menemukan informasi yang lebih rinci dari sebuah produk dan menemukan produk komplementer. Dan tidak seperti barcode, Tag NFC dapat ditulis. Hal ini memungkinkan calon pembeli untuk mengekspresikan minat terhadap sebuah produk, meninggalkan komentar-komentar dan memeberikan informasi mereka untuk ditindaklanjuti oleh pedagang.

Karena Tag NFC lebih mahal daripada barcode atau tag RFID (sekitar lebih kurang $1 per volume), mereka dapat memakai cara ini untuk penjualan produk yang dengan kualitas-harga tinggi : Mobil, Elektronik, Peralatan Konsumen. Sebagai produk yang lebih mahal dengan pemanfaatan Tag NFC, ini tentunya dapat mengendalikan harga sewaktu-waktu harga barang tersebut turun di kemudian harinya. Apabila harga barang tersebut turun, Tag NFC akan membuat para pedagang memasang ke dalam produk yang seharga $20 atau lebih (seperti pakaian, sepatu, tas, dan sebagainya).

Dan sekarang ada smartphone. Dengan lebih dari 100 juta smartphone yang dilengkapi dengan NFC di tahun 2012 dan lebih dari 1 milyar akan diprediksi 4 tahun ke depannya, tentunya dengan NFC ini, konsumen dapat melakukan belanja produk, membandingkan produk, dan pembayaran dengan menggunakan smartphone yang dilengkapi NFC menjadi lebih umum.

Sekali kita mengadopsi layanan NFC untuk suatu produk atau barang-barang konsumen, akan lebih banyak lagi pemanfaatan NFC ini di berbagai keperluan dan tempat : semua objek akan memiliki Tag NFC. Dan ini tentunya menjadi kekuatan yang transformatif untuk semua aplikasi NFC.

Salah satu contohnya, semua mobil akan memiliki Tag NFC yang terpasang, berisi spesifikasi, statistik dan web link untuk informasi lebih rinci mengenai kendaraan tersebut. Sementara pihak pengendara bermotor mempromosikan produk yang mereka beli, pengalaman mereka mengendarai produk tersebut ke konsumen-konsumen lain, informasi yang diperoleh dengan pemanfaatan NFC ini dapat digunakan oleh perusahaan rental mobil, taxi dan layanan angkutan umum dan armada lainnya agar selalu menjaga layanan dan kualitas dari produk dan aset mereka.

Dan tentunya, ini dapat dimanfaatkan di perusahaan bidang produksi juga. Mesin-mesin dan peralatan yang akan dijual ke perusahaan atau produsen manufaktur, akan dipasang Tag NFC. Setiap peralatan itu digunakan, tag tersebut dapat digunakan ketika proses produksi : pekerja dapat memeriksa kinerja mesin tersebut dan mencatat proses yang sedang berjalan.

Tag NFC di berbagai objek akan mengganti keamanan barang dagangan. Merchandise akan dipasang alarm selama tag NFC yang terpasang di produk tersebut belum ditulis oleh perangkat NFC si pembeli atau pekerja toko. Smartphone pembeli akan menulis tag yang menerangkan bahwa produk tersbut telah dibeli.

Ketika produk tersebut telah dibeli dan dibawa ke rumah, ketersediaan tag yang berada di setiap barang dapat membuat NFC di smartphone memberitahukan atau menjadi petunjuk di mana lokasi smartphone tersebut. Sebagai contoh, ketika meja kerja atau meja kantormu terpasang tag NFC dan ketika itu juga anda meletakkan smartphone di dekat tag tersebut atau berada dalam jangkauan tag tersebut, ini memungkinkan smartphone tersebut berganti modus secara otomatis menjadi “modus kantor” (misalnya : suara nada dering jadi modus tenang dan wifi menyala dan otomatis menggunakan akses internet kantor). Dan ketika anda berkendara, anda meletakkan smartphone anda di dekat stiker NFC di mobil anda, dan secara otomatis smartphone anda berganti modus menjadi “modus berkendara” (di mana semua device Android memiliki modus-modus tersebut).

Dan pada saat anda tiba di rumah sambil memegang smartphonemu yang didekatkan ke pintu yang terpasang tag NFC, dan secara otomatis pengaman pintu elektronik akan terlepas dan pintupun terbuka, dan tidak hanya itu, ini juga mengubah secara otomatis modus smartphone anda menjadi “modus rumah”, menyalakan koneksi wifi dan secara otomatis terkoneksi dengan jaringan internet di rumah dan menjalankan otomatis aplikasi yang terkoneksi dengan server di rumah anda yang dapat menyalakan otomatis lampu-lampu di rumah anda, menutup garasi dan pintu pagar. Dan ketika anda ke dapur, anda dapat meletakkan smartphonemu di meja dapur, dan di meja itu pula anda meletakkan berbagai bahan masakan yang terpasang Tag NFC, dan ketika itupula smartphone dengan cerdasnya mengenali setiap bahan masakan dan mencarikan resep masakan yang cocok dengan bahan masakan tersebut, dan tentunya anda dapat dengan mudah menyiapkan makanan kesukaan di rumah. Dan ketika malam tiba, anda meletakkan smartphone anda di meja kamar tidur, dans ecara otomatis menyalakan aplikasi alarm agar anda bangun pagi.

NFC tentunya menjadi prediksi jangka panjang di masa depan tentang “internet of things”, mengubah paradigma kita dan cara berinteraksi dengan dunia dengan cara yang halus namun meresap (pervasive ways).

Referensi :

 
Leave a comment

Posted by on December 19, 2011 in Android, Computer, Internet

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Install Git Server di VPS berbasis Linux – CentOS

Di sini akan dicoba langkah-demi-langkah tutorial mengenai instalasi Git Server di VPS (Virtual Private Server) yang menggunakan OS CentOS.

Perlu diketahui, ketika kita menyewa sebuah lingkungan virtual, VPS, kita tentunya akan mendapatkan IP Address VPSmu, akun akses control panelnya (biasanya pakai Lxadmin), atau yang disediakan oleh hostingnya dengan menginputkan username dan password. Biasanya di dalam control panel tersebut disediakan menu : remote access dan ssh remote. Nah, inilah yang akan kita pakai dalam tutorial kali ini. Di sini saya mencoba meremote VPS yang saya sewa menggunakan putty dengan Connection Type : SSH.

Akses VPSmu, menggunakan Putty. Masukkan hostname (atau IP Address VPSmu), dengan port standard : 22.

Ketika sudah masuk ke session VPSmu, silahkan login dengan memakai superuser : root. Dan masukkan password yang telah diberikan oleh hosting tempat kamu menyewa VPS.

Ok, jika sudah, silahkan ikuti petunjuk di bawah ini :

Cek DAG Repository, Webtatic repo untuk Git Server yang akan kita install di VPS, dengan mengetik :

– Untuk Red Hat Enterprise Linux 5 / i386 :

rpm -Uhv http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/rpmforge/RPMS/rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.i386.rpm

– Untuk Red Hat Enterprise Linux 5 / x86_64:

rpm -Uhv http://apt.sw.be/redhat/el5/en/x86_64/rpmforge/RPMS//rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.x86_64.rpm

Ok, tunggu sampai proses selesai, setelah itu dilanjutkan dengan perintah install Git server :

yum -y install git

Tunggu sampai proses install selesai.

Ketika installasi selesai, saatnya membuat repository.

Membuat repository itu mudah! sederhana, tinggal buat folder untuk reponya, terus diinit, perintahnya sebagai berikut :

mkdir newrepo [diasumsikan nama foldernya newrepo, tapi bebas, terserah kamu namanya]
cd newrepo
git init

Setelah repo sudah dibuat, kita dapat menduplikat atau membuat file-file proyek kita (bisa pakai SVN import) dan lakukan langkah berikut :

git add .
git commit

Nah, repo sudah dibuat nih, kamu mungkin ingin membagi repo mu ke temen-temen. Ini berarti orang lain dapat pull dan push file-file mereka ke repomu dan mengubahnya. Ada banyak cara sharing untuk SVN repository.
Tapi cara yang sederhana adalah menggunakan Git Daemon. Ini akan mengizinkan orang lain push+pull, share, dengan menggunakan perintah berikut :

git daemon --reuseaddr --base-path=/path/to/repos --export-all --verbose --enable=receive-pack

Perintah di atas akan mengizinkan repo untuk dishare melalui folder repo yang kita buat di atas (ex : newrepo). Ketika sudah membuat repo tersebut dapat dishare. Dan tentunya client atau user lain, dapat melakukan clone Git repo kamu. Dengan syntax :

git clone git://remote.computer.hostname/newrepo

Atau via Github atau via Tortoise SVN. 😀

Kamu bisa menggunakan gitolite atau Gitosis untuk integrasi ke Redmine (software project management) dan tentunya tercentral, private, sehingga aman dari ancaman dari luar dan mudah ter-manage

Selamat mencoba dan sukses! 😀

 
Leave a comment

Posted by on November 24, 2011 in Computer, Programming

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Annoying Windows 7 Version Test Mode

Hey, have you a problem with watermark that it say “Test Mode Windows 7 Build 7600” in bottom right corner?

Now, it’s best solutions :

If your Windows 7 has activated, you can try this :

Open a cmd window with administrator rights and run this command :

Bcdedit.exe -set TESTSIGNING OFF


Reboot the PC and the test mode should go away. 😀

 

 
Leave a comment

Posted by on July 1, 2011 in Computer

 

Tags: , , , , , , , , ,