RSS

Category Archives: Android

Testing app di Android Studio menggunakan device Android via Wifi

Bagi yang ribet menggunakan kabel untuk melakukan pengujian aplikasi ke device/hardware Android, anda dapat mengikuti cara mudah berikut ini. Di artikel ini diberikan 2 opsi melakukan pengujian aplikasi dari Android Studio ke device Android dengan perantara nirkabel/wifi.

Metode Pertama.

  • Nyalakan debugging mode di Pengaturan HP/device Android.
  • Koneksikan kabel usb dari laptop/PC ke HP Android (ini untuk inisialisasi saja, seterusnya tidak diperlukan lagi)
  • Gunakan command prompt/terminal yang sudah bisa menggunakan perintah “adb” (atau ya kalau belum paham, tinggal arahkan saja ke path lokasi SDK Android dan masuk ke directory sdk/platform-tools/ di dalamnya ada batch file adb)
  • Ketik:
    adb tcpip 5555[enter]
  • setelah itu cek IP Address HP/device Android dengan cara ketik:
    adb shell netcfg
  • Setelah anda mengetahui IP Address dari device/HP anda, dicatat/diingat, kemudian ketikkan perintah dengan format berikut:
    adb connect [IP_Address_device]:5555
    Contoh: adb connect 192.168.1.6:5555[enter]
    nanti akan muncul response:

    “connected to 192.168.1.6:5555” (ini tidak perlu diketik ya..ini akan muncul kalau anda berhasil menghubungkan HP/device android ke laptop via IPaddress secara wireless)

  • Setelah itu lepas kabel usb dari HP/device Android dan laptop/PC anda.
  • Dan selamat menikmati, Android Studio anda sudah bisa melakukan testing ke device/HP Android tanpa terhubung dengan kabel usb.
  • Bila anda sudah selesai melakukan testing aplikasi, anda dapat menutup koneksi wireless dari HP ke laptop anda dengan perintah berikut:
    adb -s [IP_address_device]:5555 usb [enter]

Cukup ribet ya cara di atas? atau masih ada yang gagal mencoba? Move-on dong..mari coba metode ke-dua.

Metode Kedua.

  1. Dari Android Studio kamu, masuk ke Preferences, dengan cara:
    Android Studio: Preferences/Settings->Plugins->Browse Repositories
  2. Install Plugins dengan mengetikkan: “Android WiFi ADB” dan pilih install sesuai petunjuk di layar.
  3. Setelah selesai Install, apabila diminta restart, pilih “restart”
  4. Selamat, plugins Android WiFi ADB berhasil diinstall. Sekarang bagaimana cara menggunakannya ya? Lanjut ke step ke-5.
  5. Mau testing di device Android, tentu jangan lupa nyalakan DEBUGGING mode (pokoknya wajib, masih belum ngerti? bisa bertanya atau cari diinternet, seharusnya developer Android tau langkah mudah mengaktifkan debugging mode ini)
  6.  

    Cari opsi “DEBUG OVER TCP/NETWORK” di dalam Menu Pengaturan/Settings device/HP android kamu>Developer Options.

  7.  

    Pasang kabel USB dari HP ke Laptop/PC, dan pastikan keduanya (PC dan HP) menggunakan jaringan internet yang sama (ntah hotspot ataupun wifi)

  8.  

    Pilih icon ANDROID Wifi ADB di Android Studio.

  9.  

    Setelah itu, device/hp kamu akan terdeteksi di situ, dan siap digunakan untuk testing (jangan lupa cabut kabel USBnya yah pas menggunakan plugins Android Wifi ADB ini)

Selamat mencoba.

 

 
Leave a comment

Posted by on January 17, 2017 in Android, Programming, Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

“Adaptive Design” di Aplikasi Android

Salah satu bentuk tantangan tersendiri di dalam pengembangan aplikasi Android adalah, membuat aplikasi yang well designed secara antarmuka, apalagi ada banyak keberagaman jenis device Android, baik dari ukuran layar (3 inci, 4 inci, 5 inci sampai 10 inci) maupun density (Android menggunakan satuan dp (pixel density) bukan pixel, ini mengacu pada konsentrasi pixel pada layar tertentu, diukur dalam pixel per inch (ppi). Kerapatan pixel (dp) ini dihitung dengan membagi resolusi pixel diagonal layar dengan ukuran diagonal).

Ngomong-ngomong soal pixel density. Bisa dicek di tabel berikut bagaimana acuannya untuk beberapa resolusi dalam satuan pixel ke density pixel:

---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------
Device                          Inches  ResolutionPX    Density         DPI     ResolutionDP    AspectRatios        SysNavYorN  ContentResolutionDP
---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------                                                          
Galaxy Y                                 320 x  240     ldpi    0.75    120      427 x 320      4:3     1.3333                   427 x 320
?                                        400 x  240     ldpi    0.75    120      533 x 320      5:3     1.6667                   533 x 320
?                                        432 x  240     ldpi    0.75    120      576 x 320      9:5     1.8000                   576 x 320
Galaxy Ace                               480 x  320     mdpi    1       160      480 x 320      3:2     1.5000                   480 x 320
Nexus S                                  800 x  480     hdpi    1.5     240      533 x 320      5:3     1.6667                   533 x 320
"Galaxy SIII    Mini"                    800 x  480     hdpi    1.5     240      533 x 320      5:3     1.6667                   533 x 320
?                                        854 x  480     hdpi    1.5     240      569 x 320      427:240 1.7792                   569 x 320

Galaxy SIII                             1280 x  720     xhdpi   2       320      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
Galaxy Nexus                            1280 x  720     xhdpi   2       320      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
HTC One X                       4.7"    1280 x  720     xhdpi   2       320      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
Nexus 5                         5"      1920 x 1080     xxhdpi  3       480      640 x 360      16:9    1.7778      YES          592 x 360
Galaxy S4                       5"      1920 x 1080     xxhdpi  3       480      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
HTC One                         5"      1920 x 1080     xxhdpi  3       480      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
Galaxy Note III                 5.7"    1920 x 1080     xxhdpi  3       480      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
HTC One Max                     5.9"    1920 x 1080     xxhdpi  3       480      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
Galaxy Note II                  5.6"    1280 x  720     xhdpi   2       320      640 x 360      16:9    1.7778                   640 x 360
Nexus 4                         4.4"    1200 x  768     xhdpi   2       320      600 x 384      25:16   1.5625      YES          552 x 384
---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------
Device                          Inches  ResolutionPX    Density         DPI     ResolutionDP    AspectRatios        SysNavYorN  ContentResolutionDP
---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------
?                                        800 x  480     mdpi    1       160      800 x 480      5:3     1.6667                   800 x 480
?                                        854 x  480     mdpi    1       160      854 x 480      427:240 1.7792                   854 x 480
Galaxy Mega                     6.3"    1280 x  720     hdpi    1.5     240      853 x 480      16:9    1.7778                   853 x 480
Kindle Fire HD                  7"      1280 x  800     hdpi    1.5     240      853 x 533      8:5     1.6000                   853 x 533
Galaxy Mega                     5.8"     960 x  540     tvdpi   1.33333 213.333  720 x 405      16:9    1.7778                   720 x 405
Sony Xperia Z Ultra             6.4"    1920 x 1080     xhdpi   2       320      960 x 540      16:9    1.7778                   960 x 540

Kindle Fire (1st & 2nd gen)     7"      1024 x  600     mdpi    1       160     1024 x 600      128:75  1.7067                  1024 x 600
Tesco Hudl                      7"      1400 x  900     hdpi    1.5     240      933 x 600      14:9    1.5556                   933 x 600
Nexus 7 (1st gen/2012)          7"      1280 x  800     tvdpi   1.33333 213.333  960 x 600      8:5     1.6000      YES          912 x 600
Nexus 7 (2nd gen/2013)          7"      1824 x 1200     xhdpi   2       320      912 x 600      38:25   1.5200      YES          864 x 600
Kindle Fire HDX                 7"      1920 x 1200     xhdpi   2       320      960 x 600      8:5     1.6000                   960 x 600
?                                        800 x  480     ldpi    0.75    120     1067 x 640      5:3     1.6667                  1067 x 640
?                                        854 x  480     ldpi    0.75    120     1139 x 640      427:240 1.7792                  1139 x 640

Kindle Fire HD                  8.9"    1920 x 1200     hdpi    1.5     240     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
Kindle Fire HDX                 8.9"    2560 x 1600     xhdpi   2       320     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
Galaxy Tab 2                    10"     1280 x  800     mdpi    1       160     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
Galaxy Tab 3                    10"     1280 x  800     mdpi    1       160     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
ASUS Transformer                10"     1280 x  800     mdpi    1       160     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
ASUS Transformer 2              10"     1920 x 1200     hdpi    1.5     240     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
Nexus 10                        10"     2560 x  1600    xhdpi   2       320     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
Galaxy Note 10.1                10"     2560 x  1600    xhdpi   2       320     1280 x 800      8:5     1.6000                  1280 x 800
---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------
Device                          Inches  ResolutionPX    Density         DPI     ResolutionDP    AspectRatios        SysNavYorN  ContentResolutionDP
---------------------------     -----   ------------    --------------- ------- -----------     ----------------    ---         ----------

Dan dokumentasi lengkapnya bisa dilihat di sini: https://developer.android.com/guide/practices/screens_support.html#testing

Itulah mengapa di dalam Resources Project di Android Application terdapat drawable dan layout dengan kategori ldpi (low-dpi), mdpi (medium-dpi), hdpi (high-dpi), xhdpi (extra high-dpi), xxhdpi, dan xxxhdpi.
Masing-masing kategori folder tersebut merujuk ke DPI layar device.
Jadi ketika ingin menerapkan aplikasi yang disupport di ukuran layar 3 inch (dengan dpi 160) dan 4 inch (dengan dpi 240), maka harus dicek di tabel di atas, bahwa dpi 160 itu adalah mdpi, so desain yang kamu siapkan mesti ditaruh di folder drawable/drawable-mdpi dan layoutnya di folder layout/layout-mdpi, begitu juga dengan DPI lainnya.

screen-shot-2017-01-13-at-4-07-46-pm

Lalu bagaimana caranya biar satu slicing desain saya bisa pas ditaruh di masing-masing folder tersebut (ldpi, mdpi, hdpi, dll) tanpa perlu repot?

Ada banyak cara loh! Caranya gak pake ribet, ada yang cara online dan ada yang cara offline.

Untuk membuat 1 komponen desain agar bisa diterapkan di masing-masing folder dpi tersebut dapat menggunakan generator, salah satunya 9-patch generator yang bisa dicoba secara online di sini. Dan untuk cara offline-nya, bisa dicoba langsung dari Android Studio dengan cara:

Install plugin “Drawable Importer” dengan cara masuk ke Preferences di Android Studio.

Setelah itu masuk ke bagian Editor\Plugins dan pilih Browse Repositories. Masukkan keyword “Android Drawable Importer” lalu klik “Install Plugin”, seperti pada gambar di bawah ini:

drawable_importer-1

Setelah itu tinggal digunakan dengan cara klik kanan file drawablenya dan pilih New\Scaled drawable. Dan ikutilah petunjuknya di layar.

Dengan mempersiapkan slicing komponen desain dengan berbagai ukuran layar, kita bisa membuat aplikasi tersebut menjadi adaptive design, tanpa khawatir aplikasi tersebut tidak cocok di berbagai ukuran layar.

 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2017 in Android, Celoteh, Programming

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Pentingnya bagi seorang designer mobile app. memahami “design pattern” dan guidelines desain aplikasi

Waaah…. desainer baru…. begitu dilihat pengalamannya ternyata basic-nya adalah desainer web yang sudah bekerja selama 5 tahun lebih.

Tiba-tiba kebutuhan akan aplikasi mobile begitu tinggi, alhasil beberapa desainer web beralih profesi mengerjakan desain-desain antarmuka aplikasi mobile.

Nah, ada kesalahan fatal yang terjadi, menyebabkan potensi kesalahan di dalam pengembangan, ntah itu timeline menjadi tambah panjang, developer yang menjadi sulit mengimplementasikan desain yang diberikan, dan sebagainya.

Siapapun yang menjadi desainer aplikasi mobile, dimohon jangan samain seperti mendesain website yah..hehe
Desain aplikasi platform apapun itu, baik itu iOS, Android, Windows Phone, Blackberry, ada prinsip-prinsip desain yang harus dipahami, ada guidelines yang harus dipatuhi. Setiap OS mobile punya pattern desain sendiri yang mesti diikuti. Tidak bisa “semau gue, menurut gue itu keren”.

Seorang designer antarmuka aplikasi mobile mesti mendalami pengetahuan seputar perangkat OS platform tersebut, mindset-nya juga harus diubah. Sama seperti pada waktu seorang designer web mendapatkan job dari perusahaan ternama (pernah saya alami di BNI, Jakarta), mereka (BNI…yg saya tau) punya guidelines terhadap website mereka. Misal : Warna tema website mereka.. di guidelines-nya dijelasin hexa codenya apa, logo web-nya pakai yang mana, resolusi “width height“-nya berapa, ukuran hurufnya berapa, pake typeface apa, dan sebagainya..maka terjadilah konsistensi desain di web yang dimiliki perusahaan ternama tersebut.

Begitu juga dengann platform mobile. Antarmuka di aplikasi mobile punya konsistensi, ketika mendesain layout, peletakan menu slalu di sebelah mana, icon aplikasi bentuknya seperti apa, di hape layar kecil resolusinya berapa, di hape layar besar resolusinya berapa, kalo bikin tab taruh di mana, default typeface pake apa, dan sebagainya.

Saya rasa tantangan yg mereka (designer web) hadapi ketika menjadi designer apps adalah bagaimana caranya agar menguasai design interaksi dan UX-nya.

Untuk mengubah sebuah tampilan website menjadi tampilan aplikasi yg mungil, layar terbatas, jangkauan pengguna ketika menyentuh layar bagaimana, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan… bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sebagai contoh : ketika mengatur ukuran huruf yang nyaman dibaca pengguna aplikasi, mengatur komponen apa aja yang dapat dijangkau pengguna aplikasi ketika menyentuh layar, dan dari langkah tersebut, desainer masih dibuat pusing lagi ketika menguji hasil karya antar mukanya.

Si desainer sudah merasa yakin mendesain aplikasi di hape layar besar (di atas 5 inch), ternyata di hape layar kecil membuat pengguna kurang nyaman, terkadang mengalami masalah komponen layout-nya oversize di hape layar kecil, terkadang ukuran hurufnya kegedean diterapkan di hape layar kecil, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang mungkin terjadi. Dan akhirnya si desainer aplikasi  mencoba mengatur ulang layout-nya.

Dengan kata lain, mau tidak mau si desainer harus menyiapkan beberapa layout design untuk beberapa jenis ukuran layar smartphone maupun tablet (dari ldpi, mdpi, hdpi, xhdpi, sampai dengan xxhdpi).

Seperti yang sudah saya jelaskan, masing-masing perangkat mobile, baik itu smartphone maupun tablet punya UX berbeda. Apalagi beda platform, tentu User Experience di tiap platform berbeda. Pengguna device Android sudah terbiasa melihat menu dengan slide ke kanan atau tap pada pojok kiri dan kanan, sedangkan pengguna device iOS terbiasa dengan menu slide di bawah ke atas, dan berbeda lagi dengan pengguna WindowsPhone, menu disajikan per tab dengan label yang besar di atasnya, tidak ada menu pojok seperti di Android ataupun menu bawah seperti di iOS. Setiap platform punya guidelines-nya bagaimana meletakkan komponen design, seperti yang saya sampaikan yaitu menu, slide menu, tombol, tab, tabel, dan komponen lainnya.

Biasanya, seorang desainer itu melakukan coret2 dulu di wireframe (wireframing), diskusikan dengan tim (ntah dengan desainer web ataupun aplikasi mobile yang lain ataupun dengan developer dan system analyst) apa yang telah di-wireframing sudah pas atau belum, kemudian periksa guidelines di docs platform tersebut apakah sudah sesuai pattern OS tersebut atau belum, kemudian UX-nya bagaimana.. apakah sudah sesuai dengan kebiasaan pengguna di platform tersebut atau belum, setelah itu baru memulai perbaiki designnya agar menjadi tampilan antarmuka aplikasi yang ideal yang siap diimplementasikan ke dalam aplikasi.

Bagi teman-teman yang belum mengetahui guidelines atau panduan mendesain di masing-masing platform mobile, bisa merujuk ke link berikut ini :
Semua udah ditulis lengkap, resmi dan terstruktur, tinggal kitanya mau belajar dengan tekun atau tidak.
iOS : https://developer.apple.com/…/UserExp…/Conceptual/MobileHIG/
Android : http://developer.android.com/de…/get-started/principles.html
WP : https://dev.windows.com/en-us/design

Sekian 🙂

 
Leave a comment

Posted by on November 2, 2015 in Android, Design

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

HTML5 atau Native?

Kemarin baru saja membaca perkembangan aplikasi facebook di Android maupun iOS. Awalnya facebook menerapkan html5 di aplikasi mobilenya, kemudian akhirnya beralih ke native. Pada tahun 2011 lalu, facebook masih memakai html5, karena banyak keluhan dari pengguna, mendapatkan rating bintang 1 & 2. Akhirnya beralih ke native sampai dengan tahun ini. Hasilnya, pengguna meningkat 200%.

Konsep “build once, deploy everywhere” tidak selalu menjadi solusi untuk menghasilkan produk yang cepat dan tepat. Tentunya beda Sistem Operasi, beda pula pattern UInya (kecuali jenis games), tampilan yang dihasilkan terkadang nampak asing di sisi pengguna masing-masing platform. Pada waktu pengguna smartphone Android mencoba aplikasinya : “loh kok tampilannya mirip di iOS?”, padahal experience pengguna di iOS dengan di Android itu berbeda.

Pelajaran yang diambil adalah terapkan teknologi sesuai desain, bukan membuat design sesuai teknologi. Buatlah design untuk berbagai jenis platform terlebih dahulu, kemudian lihat apakah bisa diterapkan dengan model “build once, deploy everywhere”
Kalau tidak bisa ya, perlakukan dengan native.

Jangan pernah melakukan : “ah, yang penting cepet jadi aplikasinya, sesuai keinginan kita” ternyata malah fatal di belakang karena ego kita tersebut. Perlu riset lebih dalam bagaimana konsep desain masing-masing platform, perilaku pengguna, biaya dan waktu agar pengembangan aplikasi tersebut benar-benar siap dan terarah.

 
Leave a comment

Posted by on May 8, 2015 in Android, Celoteh, Internet

 

Tags: , , , , , , , , ,

UI Automation di Android (bagian dari unit testing)

pernah melakukan Unit Testing di sebuah aplikasi?

Nah, berikut ini adalah contoh Automation test di Android. UI Automation Test merupakan bagian dari Unit testing yang bertujuan membiasakan tester terhadap komponen UI (termasuk view dan control) dari aplikasi yang ditargetkan.
Selain itu, kita bisa menganalisa aplikasi orang lain untuk mengetahui komponen apa saja yang digunakan di aplikasi tersebut.
Output yang dihasilkan berupa screenshot UI dan komponen-komponen penyusun UI secara hirarki dari parent to child (seperti halnya di XML layout)

untuk menganalisa komponen-komponen UI dari sebuah aplikasi, dapat dilakukan via Android SDK, yaitu via terminal (arahkan ke <android-sdk>/tools/), ketik :

$ uiautomatorviewer [enter]

Tampilannya seperti berikut :

Image

Lengkapnya dapat dilihat di : http://developer.android.com/tools/testing/testing_ui.html

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2014 in Android, Programming

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Google Analytics di Mobile Apps

Implement Google Analytics di mobile apps (Android n iOS), implementasinya cukup mudah ternyata, walau tidak segampang versi web yg hanya tinggal pasang.
Tapi tiap halaman/Class mesti diset apa yang ingin ditrack. Misalnya : kita ingin mengetahui : menu apa saja yang dipilih pengguna di aplikasi kita, atau ingin mengetahui menu apa yang menjadi favorit/terbanyak, dan berapa lama dia mengaksesnya.
Dan itu dipasang code satu per satu. Bisa tracker.trackPageView untuk per mengirim data halaman. Atau tracker.set untuk mengirim data komponen tertentu (misal event klik) di dalam halaman tersebut.

Ada 3 jenis GA yang sudah saya coba dan bandingkan.

  1. lib GoogleAnalytics. Versi lama, ini tracking halaman.
  2. lib GoogleAnayticsV2. Versi barunya, sudah ada penambahan report utk error_handling, unhandled exception, inapp purchases.
  3. lib GoogleAnalyticsServices. Bisa dibilang ini V3nya, dah lengkap sekali. Ada Class EasyTracker yang bisa memberi set variable/komponen apa saja yang akan ditracking di halaman aplikasi. Dan di lib ini banyak sekali yg bisa ditracking, penambahan beberapa methods, parameter Fields, konfigurasi yg beragam, fungsi user timings, dll.

Detailnya di sini :https://developers.google.com/analytics/devguides/collection/android/v3/#tracking-methods 

Bagi yang belum tau apa manfaat Google Analytics 
manfaatnya adalah..

  1. Menambah wawasan developer tentang bagaimana yang dirasakan user pada saat menggunakan aplikasi kita. Mereka pelanggan kita, kita harus tau perjalanan pelanggan pada saat menikmati aplikasi yang kita kembangkan, agar dapat memberikan layanan yang lebih baik lg di aplikasi kita.
  2. Yang jelas, kita bisa cek seberapa sering user menggunakan aplikasi yang kita buat. Apa saja fitur yang sering mereka akses dan apa yang jarang. Dengan begitu, kita bisa tingkatkan layanan yang mereka manfaatkan dan menghilangkan yang tidak perlu.
  3. Selain itu, kita juga bisa cek seberapa sering, aplikasi kita dilihat oleh user di GooglePlay/AppStore.
  4. Beberapa error yang gak ketangkep di GooglePlay/AppStore, bisa kita tangkap dengan memasang beberapa konfigurasi GA.
  5. Dan selain itu, bagi developer yang memasang in-app purchases, atau metode pembayaran/pembelian langsung dari aplikasi, dapat mengetahui statistik pembelian item apa saja.
  6. Untuk mengetahui seberapa lama seorang user menghabiskan waktu di aplikasi yang kita develop.

 

 
Leave a comment

Posted by on April 30, 2014 in Android, Programming

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Seni membaca error log di logcat (DDMS) Android

Ketika saya coba bekerjasama dengan 1 developer Android yang sudah punya produk di PlayStore kemudian komunikasi kami menjadi sedikit missmatch karena ternyata saya baru ngeh kalau developer yang mengajak kerjasama meningkatkan fitur produknya, belum paham membaca error log dan log cat. Dan sering saya dapati komunikasi kami via e-mail dan google docs menjadi tidak harmonis (halah) ketika mengisi waktu kerja proyekan apps android di luar kerjaan kantor, di PKH, Jakarta.

Dan begitu juga pas ngisi workshop, peserta masih bingung membaca error log yang tampil di DDMS yang ter-attached di Eclipse IDE.
Alhasil tempo hari menyisihkan waktu satu jam-an tentang seni membaca error ataupun force close aplikasi dan menemukan bugs dengan cara debugging, error handling ataupun dengan membaca error log.

Mengenai seni trace dan membaca log, perhatikanlah artikel singkat di stackoverflow ini

Mengenai seni dalam mengetahui force close secara langsung dari aplikasi, dapat mencoba cara ini.

Mengenai seni error handling dalam java, bisa baca artikel ini dan khusus Android ada di sini.

Kalau mengecek error di tool DDMS bawaan android SDK/Tools, perlu diketahui, ketika aplikasi berjalan, log yang nampil itu bukan hanya error, jangan dikira kalau ada pesan di log berarti error.
teks warna hijau : seputar tips dan informasi,
teks warna biru : bagian yang diselect, biasanya diisi to-do-list oleh developer,
teks warna orange : ini sebagai peringatan, bisa jadi potensi masalah (namun saat ini belum jadi masalah)
Dan..
teks merah : ini error, dan harus dianalisa masalahnya biar tidak menimbulkan gangguan di aplikasi.

Dan ketika nampak teks warna merah di logcat, sebagai contoh :
02-12 17:50:21.541: E/com.wd.radiodakwahislam.controller.StreamingMediaPlayer(10294): Error updating to newly loaded content.
02-12 17:50:21.541: E/com.wd.radiodakwahislam.controller.StreamingMediaPlayer(10294): java.lang.NullPointerException
02-12 17:50:21.541: E/com.wd.radiodakwahislam.controller.StreamingMediaPlayer(10294): at com.wd.radiodakwahislam.controller.StreamingMediaPlayer.transferBufferToMediaPlayer(StreamingMediaPlayer.java:285)

Di atas, terlihat bahwa ada tulisan : “…(StreamingMediaPlayer.java:285)
artinya, error tersebut terjadi di baris 285 pada class StreamingMediaPlayer.java. So, fokuslah ke class tersebut, dan lihat pada baris 285 terdapat kekeliruan atau tidak (lihat dari editor Eclipse-nya).

Nah, kalau bingung, di awal teks merah tersebut di logcat, copy teks-nya (dengan pilih teks error-nya di logcat, terus tekan ctrl+c), dan buang tanggal dan nama class-nya sehingga yang ter-copy hanya teks error saja : error updating to newly loaded content.
Copy dan paste ke google search di internet browser di PC (bila perlu ditambahkan keyword : Android di akhirnya), terus enter dan lihat di result google, biasanya result 3 besar berisi link stackoverflow, klik salah satunya dan cari apa penyebabnya dari jawaban-jawaban yang ada di stackoverflow.

Pas awal kerja di PKH secara remote, saya langsung ngomong ke team via basecamp, agar coba menerapkan sebuah rules dalam melaporkan bugs dan error dari aplikasi yang dikembangkan kepada teman-teman team yang developer web dan UI designer.

Rules itu berisi :

  • Ketika melaporkan bugs, harap sertakan device apa yang dipakai dan versi OS android-nya.
  • Bila terdapat bugs/masalah UI tolong sertakan screenshotnya, bila masalah fungsional tolong sertakan logcatnya (dengan mengunduh tools berikut) /** saya sertakan link download zipnya yang berisi tool DDMS dan Android SDK beserta doc singkat cara pakainya **/
  • Sebaikny pakai filtering ketika menjalankan logcat di DDMS, jangan semua proses dicantumkan di logcat, demi memudahkan menelusuri masalahnya
  • DDMS bisa filter logcat aplikasi saja, jadi tidak semua log dari proses di device tercatat, caranya dengan masukan nama project di bagian kolom filter. Nama project sesuai yang saya cantumkan ketika saya upload progress (nama project dapat dilihat di file manifest.xml)
  • Kenapa penting bagi developer untuk tahu itu? Supaya gampang mengetahui errornya
    Jangan dikira ketika aplikasi jalan di device developer maka digeneralisir kalau aplikasi tersebut jalan di device SEMUA users. Bahkan yang terjadi di kantor tempat saya kerja, error itu justru sangat kemungkinan besar terjadi mengingat para teman-teman memakai device Android berbagai merek dan ukuran layar dan versi OS.
    Makanya ada conditional yang diterapkan dicode : IF(SDK version < 10) pake codingan A, IF(SDK version > 14) pake codingan B, dll.
  • Oleh karena itu, penting adanya public testing sebelum melepas ke GooglePlay.
    Dan media yang bagus untuk melakukan public testing gratis ya jejaring sosial facebook dll.
  • Beda ukuran layar beda lagi UInya, makanya ketika saya bekerjasama dengan designer UI ada beberapa rules yang harus dipatuhi bersama agar bisa diterapkan di layout dan mencakup ukuran layar low, mid, high, (ponsel dr ukuran kecil sampe besar) extra (tablet 7″ atau HD) dan double extra (tablet 10″ atau yg full HD). Untuk guidelines buat para designer UI Android, bisa patuhi prinsip-prinsip designnya di sini dan lengkapnya ada di sini untuk setiap bagian design-nya.

Sekian dan terima kasih 😀

 
4 Comments

Posted by on February 13, 2014 in Android

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,