Memasang harga untuk sebuah aplikasi

Kekeliruan yg pernah saya alami dan jg bbrp tmn2 developer yg terjun ke dunia proyek aplikasi mobile (kebetulan sy blm pernah ngalamin yg model bisnis berjualan, tetapi model request by user/client dan donasi) adalah terlalu cepat menyimpulkan, terkadang tanpa disadari, memberikan layanan ke klien/user dengan kurang cermat.

Menerapkan performa dan kualitas yang sempurna itu hampir mustahil dilakukan, semestinya itu disadari bersama, baik developer maupun user, karena segala yang sudah besar seperti facebook app, dll. Itu dilakukan melalui riset yang panjang dan bekerja bertahap mengikuti kebiasaan pengguna (dan lagi-lagi ini menyangkut User Experience ataupun kebiasaan pengguna)

Ide yang solid dibarengi dengan potensi pasar yang siap dieksekusi adalah kuncinya. Namun, dapet ide yang orisinil juga bukan sesuatu yang mudah (dan ide itu mahal, jadi kalo ada orang yg share status : “kalo temen2 minta dibuatkan aplikasi di OS blabla..apa yg pgn temen2 inginkan?” berarti orang tsb lg kekurangan ide hehehe), mungkin wajar bagi kita selaku developer untuk meniru. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah, hindari godaan untuk sukses dengan instant. Lebih baik sedikit demi sedikit berjalan, tidak apa pas launching app masih sederhana, tetapi lambat laun terus diriset, dikembangkan, mendengar tanggapan dari user, ditampung dan ditelusuri lebih lanjut sehingga tercipta gagasan baru untuk membuat aplikasi tersebut bertahap menjadi besar.

Membangun aplikasi bukan serta merta untuk mencari duit, perlu di-explore juga jenis aplikasi apa yang bisa/boleh dijadikan uang. Ada beberapa kategori yang semestinya tidak boleh dijadikan lahan uang.

Aplikasi kategori sosial : jejaring, messaging, religi dan app yg hits yang mencakup semua kalangan pengguna, konten beragam, tapi biasanya harga rendah bahkan gratis (loh kok bisa? gk rugi tuh?). Mereka berani memasang harga rendah karena cakupan pasarnya luas, campaignnya mudah (ntah dengan viral, memasarkan via iklan di jejaring, dsb), dan semua orang bisa pakai. Contoh : chat macem WA yang menarik pembayaran tiap tahunnya dengan harga murah (dan tentu target download sudah lebih dari 1000 pengguna)

Sedangkan yang harga tinggi biasanya menargetkan konsumen yang serius/tertentu. Sebagai contoh app. multimedia/office, biasanya harganya mahal, bahkan sampai mencapai $100, seperti : photoshop, fruity loops, officetogo, dll.

Dan ada yang model premium, konten besar, profit yang didapat besar juga dari per penggunanya. Biasanya model ini lebih sedikit dibandingkan 2 jenis sebelumnya. Dan terkadang menerapkan sistem berlangganan per tahun. Sebagai contoh : game karaoke yang tiap lagunya harus berlangganan, microsoft office, aplikasi kolaborasi, dll.

Dan beberapa kegagalan yang sering terjadi adalah developer tidak memahami target penggunanya, memasang harga yang tidak pas.

Advertisements

Harga pengembangan aplikasi mobile yang dipasang, kemahalan atau kemurahan kah?

Mari kita berhitung harga aplikasi mobile. ūüôā Bila ada yg beranggapan harga 4-7jt itu kemahalan untuk membuat aplikasi bisnis berbasis mobile (android, iOS, BB) artinya temen-temen perlu membaca ini.

Ini dikerjakan secara profesional, bukan dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang dipekerjakan (sadis, gan!) :p

Dan jangan dianggap, karena aplikasi yang dikembangkan itu cuma seukuran layar HP dan lebih kecil “keliatannya” tampilan daripada di website, bukan berarti harganya pasti lebih murah daripada mengembangkan versi web. Itu salah kaprah. Karena, bisa jadi kerumitannya lebih rumit daripada pengembangan website. Dan bisa jadi lebih mahal daripada pengembangan versi websitenya. Walau tampilannya keliatan kecil, tetapi di situ ada banyak kerumitan dalam hal UI, fungsionalitas,¬†pemodelan, user-behavior aspect/user experience design,¬†resources, dll. Hampir mirip saat mengembangkan¬†website.

Dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman project TI yang sudah 2 tahun mendalami pengembangan aplikasi mobile dan project TI di bidang mobile apps. Dan pengalaman pribadi yang mendalami project programming Android di beberapa tempat sejak memiliki HP Android di juni 2010.

Dan ini berlaku hampir di semua client dan client/perusahaan pun rata-rata mematok harga segitu.

Ok, kebanyakan aplikasi mobile itu faktanya, dikembangkan dalam jangka waktu paling tidak 6 bulan, dengan jam kerja full-time (mengikuti jam kerja) dan berkisar di harga 10 sampai 50 juta.

Eits, tetapi tidak serta merta semua begitu, mari kita buat lebih spesifik. Pertama, perlu kita perhatikan adalah tipe aplikasi yang akan dikembangkan. Kita berhadapan dengan klien, ngobrol panjang lebar dengan orangnya apa yang ia inginkan (user stories) dan mencatatnya untuk dianalisa setiap kebutuhan supaya menjadi milestone pekerjaan (per task, per man-days, per man-power, per period) dalam jangka waktu (timeline) yang sudah disepakati.

Kita bagi dalam dahulu menjadi 2 kategori :

A. Untuk digunakan konsumen (umum)

  1. Aplikasi dasar, yang memiliki fungsi-fungsi dasar android. Sekedar menampilkan teks, diinputkan, diproses ditampilkan secara sederhana. Seperti : aplikasi maps sederhana yang menampilkan petunjuk jalan lokasi penjualan produk, aplikasi alarm, jam, dsb..yang tidak menampilkan fitur-fitur selain itu.
  2. Aplikasi Native, yang menyediakan berbagai tipe konten (gambar, tulisan, suara, dll), dengan logika matematika yang kompleks dan arsitektur software yang terdiri dari beberapa level. Dan biasanya menggunakan framework tertentu atau library tertentu, dan database tertentu (mysql, sqlite, sql server, dsb)
  3. Games, dari berbagai info saja, aplikasi games Angry Birds seharga $125k-180k hanya untuk biaya coding saja. Dan games sama saja mencakup beberapa hal, seperti : rendering 2d/3d graphics, logika ilmu matematika, ilmu fisika, dll. Belum lagi nanti ada sound artist, artwork design, dll. Makin mahal.

B. Untuk digunakan perusahaan (bisnis/internal)

  1. Aplikasi enterprise kecil
  2. Aplikasi enterprise sedang
  3. Aplikasi enterpise besar

Mengenai kecil, sedang, dan besarnya ditentukan dari banyaknya scope-pekerjaan, timeline yang diberikan, dan kompleksitas masalah (apakah nanti cross-platform kah? artinya perlu menyediakan web-services, database-support library, Share Capabilities  dengan apps lain, dsb)

Ok, soal harga, berapa?

Menentukan harga itu harus ditambahkan juga dengan biaya penyediaan resources (tools/software/IDE) dan biaya produksi (publishing) jika memang semua diusahakan oleh pihak pengembang.

Begini, ketika kita akan mengembangkan apps. games dengan menggunakan¬†Game Maker Studio seharga $299 dolar, artinya itu masuk hitungan nilai investasi kita, kecuali sudah disediakan oleh pihak client, kalau tidak? masa’ kita yang membeli sendiri? Kalau sudah punyapun, harus dihitung lagi. Karena secara profesional, semuanya disediakan oleh client, kecuali ada hitam di atas putih yang menyatakan kita ikhlas menyediakannya [yaoming.jpg] ūüôā

Jika menggunakan tools yang gratisan ya jangan hehe..

Begitu juga biaya publishing ke PlayStore ataupun AppsStore, itu ya biaya pendaftaran akun untuk publishing-nya ya dihitung juga.

Dan untuk masalah harga yang berlaku, bisa dicek di sini :

  1. Aplikasi dasar seperti pada poin A.1 di atas : berkisar 2-5jt (di luar sana berkisar $1,000)
  2. Aplikasi native, seperti pada poin A.2 di atas : berkisar 6-50jt (di luar sana berkisar $8,000-$50,000)
  3. Aplikasi games, seperti pada poin A.3 di atas : berkisar 8-150jt (di luar sana berkisar $10,000-$250,000)
  1. Enterprise kecil, seperti pada poin B.1 di atas : berkisar 20jt (sekedar ekstrak data dari database, kemudian ditampilkan)
  2. Enterprise sedang, seperti pada poin B.2 di atas : berkisar 20-50jt (sudah mencakup masalah seperti : client-server apps, cache data, penggunaan library native, hardware support)
  3. Enterprise besar, seperti pada poin B.3 di atas : berkisar 80-300jt (full-scale enterprise, office automation, enterprise financial monitoring, mobile apps. banking, dsb)

Apalagi akan ada continuing cost setelah masa development, guarantee, maintenance, dll.

Harap diperhatikan juga, besar kecilnya harga yang ditawarkan itu bisa bergeser karena dipengaruhi banyak faktor. Ketersediaan SDM, Ide, Waktu, Budget, Fungsionalitas,¬†Layout Design, dan negosiasi. ¬†ūüôā

Apakah harga segitu wajar?

Jelas wajar, dilihat dari lifecycle development-nya, benefit dari pemanfaatan aplikasi mobile kepada user (yang jelas lebih mudah dipakai di manapun, kapanpun, tanpa perlu membawa laptop), promosi (iklan) produk dan monitoring (untuk keperluan survey statistik penggunaan) juga dapat dimanfaatkan dengan mudah melalui apps yang dikembangkan dan di-publish, demi memperhatikan konsumen dan mencari aspek penting buat menentukan kebijakan perusahaan. Dengan rata-rata per sekali publish, dalam seminggu bisa sampai 100-500 yang downloads, tentunya akan meningkatkan keuntungan bagi pihak client. Apalagi trend sekarang ini adalah mobile apps.

NB : tulisan ini mix teori (minim) dan hasil praktek, bukan money-oriented tanpa dasar, tetapi supaya kita juga paham memasang harga pengembangan aplikasi biar tidak dirugikan. :p Newbie belajar nulis.