Cara mudah install/update gradle di Mac

Mungkin masih ada yang bingung bagaimana cara mengupdate gradle secara manual, atau terlalu pusing dengan banyaknya step di internet. Nah, di mac ada cara mudah dan cepat untuk meng-install atau meng-update gradle. Lakukanlah langkah-langkah berikut.

Di mac, buka terminal, kemudian ketik perintah berikut untuk menginstall SDKMan:

curl -s https://get.sdkman.io | bash

Setelah selesai, lanjut ketikkan perintah berikut:

$ sdk install gradle 3.5

Setelah selesai install gradle, cek di Android Studio apakah gradlenya sudah versi 3.5 atau belum, dengan cara masuk ke Terminal-nya Android Studio, kemudian ketik perintah berikut:

Gradle --version

Jika berhasil, maka hasilnya seperti pada gambar di bawah ini:

Screen Shot 2017-04-30 at 8.53.56 PM

Selesai 😀

Advertisements

Mempercepat proses gradle build

Masalah yang sering dihadapi seorang developer Android adalah berhadapan dengan IDE Android Studio. IDE ini memang dikenal memakan banyak resource RAM dan harddisk, bahkan RAM yang disarankan cukup besar 8 GB. Jika di bawah itu ya, siap-siap saja menunggu lama compile aplikasi sambil ditinggal tidur, ngopi dan makan.

Jika sudah memenuhi spesifikasi install Android Studio, namun dirasa masih cukup lambat, terutama ketika melakukan “build” aplikasi menggunakan gradle, ada baiknya mencoba tips berikut:

  1. Update versi gradle ke versi terbaru. Saat ini (April 2017) versi terbarunya adalah versi 3.5 (https://docs.gradle.org/current/release-notes.html)
    Cara updatenya bisa ikuti di tutorial berikut: https://gradle.org/install
  2. Buat file baru dengan nama gradle.properties, taruh di lokasi berikut:
    /home/<username>/.gradle/ (Linux)
    /Users/<username>/.gradle/ (Mac)
    C:\Users\<username>\.gradle (Windows)

    Setelah itu copas teks berikut ke gradle.properties:

    org.gradle.daemon=true
    org.gradle.parallel=true
    org.gradle.jvmargs=-Xmx2048M   

    Untuk org.gradle.jvmargs, apabila RAM yang dimiliki sekitar 4 GB, cukup set di angka 2048M, namun jika lebih ya lebih bagus, bisa diset di angka 8192 bagi yang memiliki RAM sekitar 16 GB.
    Jika sudah, save, dan lanjut ke bagian android Studio. Buka Preferences/Settings Android Studio, masuk ke bagian “Build, Execution, Deployment”, pilih “Gradle” dan beri centang pada “Offline Work” seperti pada gambar di bawah ini, dan set directory-nya ke lokasi gradle.properties yang sudah dibuat tadi.
    lseqd

  3. Beri parameter –offline pada Compiler seperti pada gambar di bawah ini:
    gjrrv
  4. Masuk ke Aplikasi yang sedang dibuat di Android Studio, klik build.gradle.
    Setelah itu tambahkan line berikut di dalam tag android:
    Screen Shot 2017-04-30 at 6.00.47 PM

    dexOptions {
        incremental true
        javaMaxHeapSize "4g"
    }

    beri angka “4g” apabila RAM yang dimiliki 4GB, dan beri angka 8g bila RAM yang dimiliki 8GB. Dokumentasinya ada di sini: google.github.io/android-gradle-dsl/current/

  5. Perbesar heapsize untuk mempercepat build di gradle.properties dengan menambahkan parameter berikut:
    # Specifies the JVM arguments used for the daemon process.
    # The setting is particularly useful for tweaking memory settings.
    # Default value: -Xmx10248m -XX:MaxPermSize=256m
    org.gradle.jvmargs=-Xmx2048m -XX:MaxPermSize=512m -XX:+HeapDumpOnOutOfMemoryError -Dfile.encoding=UTF-8

    *peringatan: memperbesar heapsize beresiko membuat software lain yang dibuka menjadi lambat. Karena RAM akan terfokus ke gradle Android Studio.

  6. Done, selamat mencoba 😀