RSS

Pernyataan Jokowi soal “panggil programmer 2 minggu selesai” buat kalangan programmer melek dengan e-gov negeri sendiri

15 Jun

well, banyak sekali sisi positif gara-gara statement Jokowi “e-gov, panggil programmer 2 minggu selesai” di debat capres tempo hari. Di kaskus, facebook, twitter, berkumpul dan berdiskusi soal e-gov. Nama “programmer” pun jadi makin dikenal.

Namun, ada banyak gap yg terjadi di kalangan profesional TI, apalagi di kalangan fanatisme kedua kubu capres, akibat dari pernyataan Jokowi tersebut.

Sebagian kalangan mengkritik itu hanya bualan atau kalimat berlebihan dr seorang capres, krn sejatinya membangun sebuah aplikasi tidak hanya terkait programmer dan codingannya, tetapi ada metodologi dan tahapan pengembangan softwarenya, ditambah regulasi dan birokrasi dengan pihak pemerintah.

Namun sebagian kalangan menganggap ini tantangan besar buat indonesia, mereka menyadari bahwa e-gov tidak dikembangkan dalam satu malam, tp bertahun-tahun. Semua sudah jelas, apalagi untuk kalangan IT.

Korea saja misalnya, dr kuliah online pakar e-gov dengan judul “Ten Lessons from Korean Experiences of e-Government”, Professor Sang W. KIM, Ph.D. bilang kalau Pemerintah Korea telah melaksanakan secara berdampingan berbagai master plan, program dan proyek untuk menerapkan “masyarakat berorientasi informasi” secara nasional selama 20 tahun terakhir. Banyak project, dimulai dari 1987 (NBCN) sampai dengan e-gov nya mereka (2001-sekarang)

Di Indonesia sendiri, bbrp informasi yg sy dpt dr berbagai surat kabar online, menyebutkan sudah ada e-gov yang berhasil di beberapa daerah, di Jawa Timur (http://www.surabayapagi.com/index.php?read~Jawa-Timur-Terbaik-Kedua-di-Pemeringkatan-e-Gov-Indonesia). Berhasil di sini maksudnya sudah diuji secara teknis (aplikasi dan jaringan) dan tanggapan masyarakat.

Dan polemik di sini adalah e-gov yang sudah sukses tersebut tidak disosialisasikan oleh pemerintah pusat agar diterapkan di berbagai pemerintah daerah. Pemerintah tidak menjalankannya secara utuh. Alhasil, saat ini yang terjadi adalah tidak ada transparansi di kalangan pemerintah ke masyarakat. (mungkin ini yg dikhawatirkan bbrp elit politik, biar tidak ketahuan belangnya..makanya e-gov tdk dijalankan)

Kalo pak Jokowi memang pernah terlibat dlm pengembangan e-gov dan bilang “panggil programmer, 2 minggu selesai”, maka mungkin sebaiknya perlu diklarifikasi “selesai” di sini utk tahap apanya?  Karena beliau menyebut “programmer” bukan “vendor TI” maka mungkin bisa diasumsikan ini maksudnya “development-nya” (LOL) Drpd para simpatisan debat kusir dan para programmer berasumsi yg rumit-rumit.

Dan kembali lg ke topik yang disampaikan prof. Sang W. KIM, Ph.D, kalau Sistem Informasi tidak dibuat sekaligus, tapi bertahap. Dan suksesnya sebuah sistem informasi itu tidak ditentukan oleh ouput dari Sistem Informasi tersebut, tetapi hasilnya dapat dirasakan dan bermanfaat oleh pengguna. Manajemen data untuk mengelola atribut dalam e-gov harus lebih baik (Membangun Data Warehouse dari OLTP ke OLAP). Dan ini juga dipengaruhi bbrp domain sosial seperti Kepemimpinan (leadership), Strategi (strategi), Hukum & Peraturan (law & regulation) di pemerintah tersebut.

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2014 in Celoteh, Internet

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: