RSS

Fighting Spirit mahasiswa sekarang lemah!

06 Jun

Pelajaran yg saya dapatkan hari ini dari pak Lukito dari ngobrol di plurk.

mungkin banyak orang bisa berbagi ilmu, tp belum mampu mengajarkan mereka untuk mandiri, menyadari hak dan kewajibannya. Hanya fokus pada hal membagi, tidak mengajarkan..
Alhasil, kebanyakan mahasiswa itu fighting spiritnya lemah, kurang menghargai orang lain, menunggu dijemput, bukan datang mencari, dan terlalu fokus pada hal yang ada.

Karena ini lagi musim ributin capres, saya coba berikan analoginya, seperti calon pemerintah yang punya visi : “menaikan tunjangan 3x lipat”, tp tanpa menjabarkan misinya hal-hal yang bisa membuat rakyatnya mandiri, mengajarkan mereka buat lebih berkualitas. Jatuhnya, ketika pemerintah memberikan apa yang rakyatnya inginkan, selanjutnya rakyat nanti akan banyak menuntut pemerintah (manja).

Dan ini ada beberapa contoh yang dihadapi :

“maaf, mas kuota internet sy gk cukup, boleh copy gk mas, kita ketemuan, mas”

“maaf/maklum masih newbie, mas, ajarin dong dr dasar”

“saya googling ga nemu, mas”

“mas ada tutorial bahasa indonesia gk? sy gk bisa baca yg bhs inggris”

“mas, sy pake cara ini, tp gagal, bisa dicekin gk mas, errornya?”

“mas, sy bikin aplikasi kyk gini, itu rasanya kok jd panjang bgt, ada cara singkat gk mas?”

kadang saya gk suka dengan orang yg apa adanya… ujung2nya ada apanya… gk mw usaha lebih keras..
malah bbrp message FB saya diamkan saja pas lagi sibuk ataupun karena terlalu sering mendapatkan seperti itu. Kurang sabarnya saya.

Jaman sekarang, internet murah, hdd murah, jaman sy kuliah, flashdisk max. 128 MB, itupun mahal, duit jg ngepas dikirimnya, internetpun mesti di warnet, krn blm ada model modem dan provider internet murah. Apalagi zaman dosen-dosen kita? 
Yang sewajarnya, mencari informasi itu lebih mudah di zaman sekarang.

Bila tidak bisa bahasa inggris, ya belajar, masih sempat belajar, daripada waktu banyak habis buat ngegame dan berjejaring.

Lalu bagaimana etikanya?
Ini masalah yg saya hadapi dengan panitia sebuah workshop, saya berkeluh kesah di plurk, dan pak Lukito memberikan tanggapan :
“Bilang saja klo anda tdk suka diperlakukan dmk. Tunjukkan bhw apa yg mrk lakukan itu tdk menghargai pembicara..Ttg jadwal, ttg HR, ttg pemberitahuan yg mepet. bbrp panitia mhs sptnya perlu diberitahu ttg adab terkait pembicara, jd ajarilah mrk. Kalau saya, saya ga akan mau disuruh menemui panitia atau mengunduhkan file2 yg diperlukan utk demo..Bukan apa2, tp justru utk ngajarin mrk ttg hak dan kewajiban masing2. Sptnya mhs panitianya blm pengalaman mengadakan acara2 gini ya”

dan ini membawa hikmah ke yang lain, bahwa pentingnya membagi pengetahuan ke yang lain tapi juga mengajarkan, ya mengajarkan mereka tentang hak dan kewajiban.

Jadi, ketika orang bertanya, coba jawab, tp jangan abaikan untuk beritahukan ia bahwa alur belajarnya yg benar ttg ilmu tsb seperti ini.

Dengan memberikan mereka : arah yg benar, cara yang baik dalam belajar, dan juga mengajarkan mereka buat semangat belajar (dengan memotivasi dengan arah yang kita beri tersebut), insya’ Allah, mereka bisa mandiri mencari informasi sendiri.
Karena, mereka tentu tersesat dalam belajar, bingung harus belajar apa dulu. Saya juga dulu mengalami demikian.

Terus ajarkan mereka, “mas, kalo bertanya, sebaiknya spesifik, ke kasus yg dihadapi, jangan minta ajari dari awal, kasian saya nantinya mas, membagi banyak waktu buat mas, padahal saya ada hak dan kewajiban.. Jadi coba aja dulu, pelan-pelan, pelajari dari berbagai sumber..ini saya kasih link-link yang bagus, terus coba bikin aplikasi sederhana, seperti mengganti background, rumus menghitung luas misalnya, atau deteksi lokasi sederhana, baru kalo kesulitan, bertanyalah ke pokok masalah. Jangan dateng-dateng langsung nanya, dan minta ajarin bikin aplikasi yang lebih besar.”

Tp jangan takut juga bertanya, bila mengasyikan, malah terkadang orang yang kita tanyai itu ikut2an belajar dari situ. Apalagi mereka bisa mengakrabkan diri dengan baik. Datang bawa masalah, tentu harus diceritakan kronologinya, sedang buat aplikasi apa, errornya muncul apa, terus input-outputnya apa… jangan datang-datang, copas sourcecode, dan minta carikan errornya 

Semoga ini bisa memberikan pelajaran bersama, khususnya bagi diri saya pribadi.🙂

Mohon maaf bila menyinggung, semoga tidak dinilai negatif  :-D

 
3 Comments

Posted by on June 6, 2014 in Celoteh

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 responses to “Fighting Spirit mahasiswa sekarang lemah!

  1. julianoburo

    September 13, 2014 at 2:15 am

    Bagus artikelnya pak widy.🙂

     
    • WdNk

      September 15, 2014 at 12:06 pm

      terima kasih sudah membaca, mas Juliano.🙂

       
  2. ddiaddiaa

    October 10, 2014 at 8:55 am

    Setuju Mas… jaman skrg memang jaman instant. Banyaknya artikel membuat anak2 jamana sekarang lebih memilih membaca lompat2 asal nyambung dengan maksudya. Begitu juga dengan cara belajar dan kesuksesan karis.

    Banyak yg hanya ingin jawaban saja tanpa memahami proses belajar itu…yg mana akan menajamkan pikiran mereka pada segala situasi yg perlu adaptaaaasi cepat…

    Kesuksesan juga dipaksaaan….banyak yg nekat membuka bisnis sendiri tanpa perencanaan matang dan komitmen kedepannya….pikirannya cuman pamerin omzet dan jual bisnis ke para koruptor buat nutupi money laundering para koruptor. Tertipu oleh film sinetron yg menunjukkan 3 hal trend: MUDA, KAYA, SUKSES.

    Belum lagi iklan dan majalah yg seolah2 menunjukkan realita MUDA, KAYA, SUKSES. Sehingga banyak org yg ingin kesuksesan instann….walau melalui jalan yg tidak lazim.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: