RSS

6 pelajaran hidup yang dapat kita pelajari dari seni pemrograman

12 Jan
  1. Flow Chart sederhana adalah segalanya
    Sama halnya seperti seorang programmer, ketika kita dihadapi masalah besar, sebisa mungkin dipecahkan menjadi bagian-bagian terkecil, Baru dengan mudah kita dapat mengambil keputusan atas masalah tersebut.
  2. Setiap hal ada tempatnya.
    Selalu, ktika kita men-develop aplikasi, tentu di tahap awal kita menempatkan variable2 yang ingin kita pakai beserta tipe datanya (inisialisasi), begitu jg hal lain, slalu ada tempatnya, semua ada aturannya.
    Sama seperti kehidupan nyata, di mana letak tempat menaruh peralatan kerja, menaruh makanan, menaruh permasalahan kantor ya di kantor, bukan di rumah, dan sebagainya.
  3. Re-use/menggunakan kembali module yang sudah ada untuk menghemat waktu
    Setiap programmer yg baik akhirnya belajar bahwa ketika sudah membuat sebuah function ataupun module, dapat digunakan kembali untuk pengembangan aplikasi yang lain/berikutnya. Jadi menghemat waktu tentunya
    Henry Ford pernah berkata tentang Model T, “Setiap pelanggan dapat memiliki mobil dicat warna apa saja yang dia inginkan, asalkan itu hitam.”
    Alasan ini yang dipake Ford untuk merakit mobil dan membuat produk-produknya keluar pintu lebih cepat jika ia bisa menggunakan kembali peralatan yang sama (cat warna yg sama) tanpa harus menciptakan proses setiap kali mobil baru dibuat.
  4. Dokumen(tasi) adalah segalanya
    Kalo programmer yang “khilaf”😐 dokumentasi itu malah diabaikan, atau malah dikerjakan pas aplikasi selesai😐 sama aja boong :)) keasikan ngoding sih jadinya males, malah terkadang dianggap repot😐 “gak ah, mending ngoding aja, ntar jg gampang diinget-inget, gak taunya mesti tracing code lagi”
    Sebenernya dokumentasi itu penting, dengan adanya dokumentasi, kita mencatat setiap hal yg kita perbuat dengan aplikasi itu, apa kesalahan dan perbaikannya, apa fungsi-fungsinya, dan tau tata letaknya, jadi mempermudah developer lain (berikutnya) untuk mengembangkan, dan bahkan bagi user.
    Sama seperti sehari-hari, terkadang jadwal penting, rutinitas sehari-hari, dan apa saja yang mesti dilakukan perlu dicatat di dalam sebuah catatan/agenda, memudahkan anda mengingat dan tidak tertinggal satu halpun.
  5. Jangan terjebak di satu situasi yang buruk.
    Ketika aplikasi mengalami looping gk berujung, process CPU jadi tinggi, dan tentunya si programmer harus mencari alternatif cara agar aplikasi berjalan lancar. Begitu jg dengan kehidupan nyata, ketika sudah merencanakan sesuatu, tau2 datang hal yg tidak diprediksi, satu2nya cara adalah menyiapkan “skenario terburuk” dari rencana itu, jadi tidak stuck di situ saja.
  6. Free Up Memory ketika kamu selesai.
    Kalo buat aplikasi, misal aplikasi Android, terapin masalah service, yang jelas setiap execute dalam durasi beberapa waktu, butuh free-up memory, agar app.tersebut tetap efisien ketika berjalan. Jika tidak, bakal makan banyak memory.
    Di kehidupan sehari-hari, sama juga, abis kerja, abis makan, cepetan diberesin dan dibersiin ruangannya, jangan sampe numpuk sampah, peralatan kerja berserakan, dsb. Malah buat aktifitas berikutnya jadi lambat.
 
Leave a comment

Posted by on January 12, 2014 in Programming, Workit

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: