RSS

Kerja Ikhlas?

01 Dec

Kerja ikhlas?

A : “kamu kok jam sgini belum pulang (jam 8 malem), banyak kerjaan kah?”
B : “iya, pak. Nanggung”
A : “gak ngisi form OT (over time, lembur)”
B : “yang lain pd gk ngisi, pak”

====

A : “saya ngisi berapa sesi?”
B : “waktu bapak sampe jam 4 ya pak!”
A : “sekarang sudah jam 4, tapi materi belum saya sampaikan semua nih?”
B : “yawdah pak dilanjut saja sampe jam 5. Masih pada semangat nih kerjanya”

===

B : “pak, anda bakal ketemuan sm klien dr belanda. Tolong siapkan presentasinya dalam english ya! sekaligus prototypenya dibuat dalam dwi bahasa”
A : “siap, pak”

===

banyak yang berpikir bahwa di sini adalah nilai “ikhlas”, di mana “biar deh, ambil pahalanya aja, gpp gak dibayar” | “gpp deh, lembur sampe jam 9 malem, istri di rumah biar disuruh makan duluan aja”
alhasil, terkorbankan kesehatan sendiri, amanah untuk pelihara keluarga, dsb.

Kerja ikhlas, maksudnya bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji atau berjualan tanpa mengharapkan laba. Itu hak kita sebagai karyawan, sudah diatur juga dalam undang-undang (http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/upah-kerja)
Urusan gaji, upah, uang lembur itu hak kalian, jangan kalian abaikan. Tentu penting loh kesejahteraan keluarga.

Kerja ikhlas di sini maksudnya adalah melakukan kegiatan usaha/bisnis tanpa keluh kesah bahkan rasa lelah tidak dirasakan sebagai suatu beban yang berat.
Kerja bukan beban, kerja adalah kewajiban yang mesti dinikmati, tanpa mengabaikan hak-hak, apalagi hak keluarga 

Kalo ada perusahaan yang ngeles : “ah, kamu gk loyal..masa’ minta tolong kayak gini mesti saya bayar! Kayak gini gk ada itungan bayarannya!”
Dalam perkembangannya, arti kata loyalitas sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin tanpa memperhatikan kebutuhan karyawannya.  hati-hati loh..jangan terbiasa dengan hal ini, alhasil jadi membudaya di kalangan pekerja.😀

Loyal di sini, dekat sekali dengan kerja ikhlas, di mana mencintai pekerjaan, bekerja dengan hati dan sepenuh hati. Kalo Idealisme itu telah tertanam, loyalitas yang sesungguhnya akan tercipta dengan sendirinya. Bagaimana setiap pekerjaan ia kerjakan sungguh-sungguh, gak ngeluh, gak mengumbar aib ataupun rahasia perusahaan, dan tetap berpegang teguh pada aturan perusahaan (disiplin), itulah loyal dan tentunya tidak mengabaikan HAK-HAK kita sebagai karyawan.  :)

N.B. : Artikel ini dibuat atas dasar pengalaman sendiri, teman yang barusan kemarin mengalami dan atas beberapa nasehat-nasehat teman-teman dan senior. Banyak teman juga yang mengeluh kalau usaha mereka sudah maksimal, tetapi yang didapat tidak maksimal. Ntah melalui jejaring, pas nongkrong bareng, dsb. Ya sampe-sampe pernah dulu kejadian, pas saya mencoba memperjuangkan hak teman-teman yg belum dapat bayaran (krn saya yang men-cebur-kan mereka dalam suatu kegiatan), saya dapat message facebook berupa “nasehat dewasa” dari segelintir orang katanya “kamu tidak profesional, kayak gitu diungkap di sosmed” ini buat pembelajaran, dan efek jera bagi mereka  saya tidak memention siapapun, dan bagi yang merasa semoga bisa ambil pelajaran. Tempatkanlah nilai profesionalisme pada tempatnya :p

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2013 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: