RSS

Seputar Manajemen Proyek (bag.1)

19 Dec

Q : Jika misal klien kita sebuah perusahaan, nah masalah tarifnya gimana? Tarifnya menyesuaikan besarnya company gak? Misal perusahaannya itu perusahaan baru dan yang lagi berkembang skala nasional, kan income mereka juga beda gitu. Gimana mas?

A : masalah tarif proyek TI itu ada beberapa pertimbangan :

  • Ketersediaan infrastruktur untuk lingkungan implementasi.
  • banyaknya personil yang terlibat dalam pengembangan sistemnya + beban job descnya (manajerial & staff teknis & staf pendukung).
  • milestone pekerjaan systemnya (apa saja yang dikerjakan dan berapa lama waktunya (timelineny).. nah ini ada penjelasannya lagi).
  • Teknologi yang dipakai.

Dan itupun tidak menyesuaikan besarnya perusahaan kok.

Q : oh, brarti menentukan harga memang tahapnya banyak juga ya…hehe…oh, trus klo kliennya personal/individu gimana, mas? Kan tarifnya mesti beda sama klien company ya?

A : Banyak.. dan semuanya tertulis. Jadi pihak vendor dan pihak client jelas. Tetapi terkadang juga sulit diterapkan hal tersebut, apalagi dari clientnya yg “kotor”, itu yg gawat, biasanya mereka memang mengadakan apa gitu (tender), buat menghabiskan anggaran belanja saja, tanpa keperluan dan tujuan yang jelas, akhirnya useless. Hehehe..tetapi tidak semua begitu. Hanya sedikit. Dan kalau bisa ya mending dihindari.😀
Kalau clientnya personil, liat skala pengerjaannya juga, apakah besar atau kecil? Jika kecil, tidak serumit seperti yang dijelaskan di atas.

Biasanya meliputi hal berikut :

  1. biaya hosting, domain, dll (adakah?)
  2. Milestone pekerjaan perangkat lunaknya
  3. Teknologi yang dipakai, biasanya semakin baru maka semakin bagus
  4. Tidak dikenai pajak, karena ratenya rendah😀

Walau personil/pribadi atau proyek bersama, keduanya mesti ada kontrak tertulis, dan jangan lupa, kasih aturan, terutama menghindari client yang hobi telat bayar, kalo telat = denda. Haha😀

modelnya ada 3 loh :

  1. Tender (jadi si client sudah punya harga, sudah menentukan jumlah personil yang harus disediakan)
  2. Dari permintaan (permintaan client ke kita, via pribadi atau via vendor)
  3. Dari penawaran (kita yang menawarkan diri ke client)

nah, untuk no.1 ada tata urutannya. Biasanya sebagai berikut :

  1. Opening project (meeting internal) dgn client, rapat, dengerin user stories – ini siapin analyst dan team dokumentasi (buat nyatet+dokumentasiin) dan PM.
  2. Breakdown keperluan app yg mau dibuat.
  3. Dokumentasi dibuat secara rapi sesuai format, terus diperiksa oleh client apakah sudah benar dan sesuai belum.
  4. Kalo no.3 sudah, tinggal system architecture (db+server), system analyst yg kerja.
  5. Kerjaan si no.4 dikasih ke pimpinan developer (lead programmer atau supervisor) dan dijelaskan jg ke designer UInya.
  6. Rapat lagi ke programmer, jelasin job descnya, negosiasi harga, blablabla..ini agak panjang jg.
  7. Masuk masa implementasi.
  8. PM control pekerjaan beserta analyst bantu ngarahin biar kerjaan programmer terarah.
  9. Closing project, dokumentasi akhir, dll.

Q : Oya satu lagi, cuma pengen tau pembagian gaji tiap orang. Misal : utk proyek diatas PM dapet berapa trus analyst berapa, programmer, dst…itu juga masih kurang tau aku🙂

A : Lebih detailnya malah bisa berlembar-lembar hahaha. Intinya masih sama dengan yang diajarkan di RPL, walau sebenernya ada beberapa yg “basi” sudah ditinggalkan, kayak model “waterfall” dan masalah user testing.

  • PM tanggung jawab 100% kegiatan
  • Analysis itu component pekerjaannya 20% dari seluruh kegiatan,
  • Dokumentasi+testing itu 20% juga dari seluruh kegiatan
  • Programmingnya 60% dari seluruh kegiatan (makanya kerjaan programmer itu banyak daripada analyst LOL)

Tapi kenapa dari setiap personil, bobot pekerjaan sedikit, namun gajinya lebih besar? Ya, sebagai contoh Analyst terhadap Programmer, terlihat karena tanggungjawab, tingkat pemahaman serta tingkat stressnya lebih tinggi daripada programmer😀

Nah, masalah hitung menghitung masing-masing personil+job desc-nya. Tergantung kesepakatan dan kebijakan si PM (project manager) dan si pemilik vendor dan bagian keuangannya. Ada beberapa perusahaan, yang mewajibkan setiap investasi harga proyek dari client itu 25%-nya masuk ke kas perusahaan. Jadi misal, kalo 25% dari harga proyek itu sudah PASTI masuk kas perusahaan, maka yg didapet personil adalah 75% dari harga proyek. Kenapa? demi kemajuan perusahaanlah😀 dan juga penggajian karyawannya. Nah, harga personilnya di-breakdown lagi.

Ini personilnya ada yang outsourcing atau dari pegawai sendiri?😀 Sayangnya kalo pegawai sendiri itu hitungannya gaji.. jadi agak sedikit rugi, namun untungnya pas tutup buku akhir tahun biasanya.

Sedangkan outsourcing, itu dibagi lagi, apanya? dia posisinya apa? analyst, bisa dapet sekitar 15%-20% dari harga proyek, kalo programmer (total loh..jadi kalo ada 6 ya dibagi 6 aja) itu sekitar 30%-40%. Tapi masing-masing punya kebijakan berbeda-beda.

Q : Ada tips-tipsnya gak mas mengenai proyek agar aplikasi yang kita kembangkan mendekati keinginan user?

A :

tipsnya :
punya “koneksi” + “komunikasi” yang bagus, mas🙂 Dan dengan koneksi dan komunikasi yang bagus, tentunya kita dapat memahami bagian “user stories” dengan baik, mulai dari bagian manajerial sampai ke teknisnya. Semua itu kita bagi menjadi bagian kerangka acuan kerja, timeline, wireframe kemudian milestone dan kemudian kita bagi lagi menjadi lebih spesifik menjadi tasks yang akan dikerjakan oleh programmer.

Untuk masalah koneksi, sedia link di mana-mana, bahkan di luar kota sekalipun, artinya mas wajib punya relasi dan partner yang bener-bener se-visi. Agak susah memang, itu dari pengalaman soalnya. Kalau sudah bagus koneksinya, biasanya akan dapat rekomendasi dari mana-mana : “eh, dia itu bagus loh..buat ngerjain ini, coba contact dia” dan “blablabla..” spt itu🙂

Apalagi urusan SDM, karena koneksi yang kita maksud di sini adalah ketersediaan SDM, jika salah pilih, gk akan maksimal hasilnya.

Masalah investasi, ada tolak ukur sendiri-sendiri c..jadi tepat jg mengukur apa saja beban personil dan berapa besar biayanya.

Jangan jg “membodohi” personil, apalagi urusan investasi ini.

Mengenai masalah teknologi yg dipakai, hmm..kebanyakan pakai framework c mas, lebih enak buat pelebaran dan bongkar pasang, kalopun pake CMS juga bisa.🙂

Nah urusan timeline (waktu), ada banyak hal yg harus diperhatikan dan sepakati bersama dengan si Client.
Jangan sampai salah satunya melanggar atau mengulur waktu, dan konsistensi ini perlu ada perjanjian di atas kertas.

Dan bagi temen-temen yang butuh template dokumen business plan, kerangka acuan kerja, dan lain-lain untuk startup ataupun proyek, bisa mampir ke link : <a href=”http://www.businessinsider.com/document-center”>ini</a>😀

 
1 Comment

Posted by on December 19, 2011 in Hilarious

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

One response to “Seputar Manajemen Proyek (bag.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: